Sometime,
i felt envy when i was seeing peolpe around me. But suddenly i think deeply. And
i knew i was wrong. Semua sama dimata Tuhan. Itulah hal yg paling aku yakini.
Memang kita
diciptakan di dunia ini berbeda. Agar kita bisa mensyukuri apa yang kita miliki.
Sehingga kita bisa melengkapi satu sama lain. Dan bisa hidup berdampingan
dengan baik antar sesama umat. Sejauh ini, itulah yang kau pahami mengenai
indahnya perbedaan.
Sampai suatu
hari, aku dihadapkan pada suatu masalah yang memaksaku untuk keluar dari
kepribadianku. Masalah yang mengharuskanku untuk menuruti orang-orang
disekitarku. Melakukan ideologi yang menurut meraka benar dan dianggap pantas. Agar
aku bisa diterima dengan baik diantara mereka. Ironis memang, di zaman yang
semodern ini masih ada yang menginginkan untuk memenuhi kehendak orang lain
agar terlihat baik. Bukankah banyak ditemukan jargon “jadilah diri sendiri”. Itu
hanya omong kosong.
Kita bisa
benar-benar bisa menjadi diri sendiri saat kita bisa melakukan apapun yang
sesuai dengan kehendak hati kita tanpa ada campur tangan orang lain. Tetapi apa
itu bisa diterapkan dimasyarakat kita? Yang sedikit-sedikit terpengaruh
ideologi konyol yang dijadikan acuan. Fuck.