Kamis, 23 Mei 2013

Belenggu



        Sometime, i felt envy when i was seeing peolpe around me. But suddenly i think deeply. And i knew i was wrong. Semua sama dimata Tuhan. Itulah hal yg paling aku yakini.
          Memang kita diciptakan di dunia ini berbeda. Agar kita bisa mensyukuri apa yang kita miliki. Sehingga kita bisa melengkapi satu sama lain. Dan bisa hidup berdampingan dengan baik antar sesama umat. Sejauh ini, itulah yang kau pahami mengenai indahnya perbedaan.
          Sampai suatu hari, aku dihadapkan pada suatu masalah yang memaksaku untuk keluar dari kepribadianku. Masalah yang mengharuskanku untuk menuruti orang-orang disekitarku. Melakukan ideologi yang menurut meraka benar dan dianggap pantas. Agar aku bisa diterima dengan baik diantara mereka. Ironis memang, di zaman yang semodern ini masih ada yang menginginkan untuk memenuhi kehendak orang lain agar terlihat baik. Bukankah banyak ditemukan jargon “jadilah diri sendiri”. Itu hanya omong kosong.
          Kita bisa benar-benar bisa menjadi diri sendiri saat kita bisa melakukan apapun yang sesuai dengan kehendak hati kita tanpa ada campur tangan orang lain. Tetapi apa itu bisa diterapkan dimasyarakat kita? Yang sedikit-sedikit terpengaruh ideologi konyol yang dijadikan acuan. Fuck.
          

2 komentar: